Rabu, 06 Juli 2011

21 Juni 2011 Slideshow

21 Juni 2011 Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ 21 Juni 2011 Slideshow ★ to Medan. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Minggu, 12 Juni 2011

PERJANJIAN CINTA SETIA

perjanjian cinta



Saya yang bertandatangan dibawah ini

Nama : GOKBE IMPOLA BAKARA BINTI GALU

Umur : 17thn

Alamat sekarang : Jl. Sehati Gg. Salak (asrama siloam)



Sebagai pihak pertama,

Dengan ini melakukan pernyataan dengan sesadar-sadarnya,dan tanpa ada unsur paksaan sedikitpun dari pihak manapun,dan dari siapapun,dan maksud saya menulis perjanjian ini adalah dengan maksud baik,karna saya cinta da sayang kepada pihak kedua yang bernama:



Nama : ADEL YNHA SEFTYA HUTABARAT

Umur : 17 thn

Alamat sekarang : Jl. Maplindo No. sekian

Inti dari perjanjian ini adalah bahwa saya sebagai pihak pertama akan berjanji bahwa saya akan selalu cinta dan sayang,sampai maut memisahkan kami, dan apabila suatu saat saya melanggar janji saya,saya akan bertanggung jawab kepada saya sendiri,dan pihak kedua yang telah saya sakiti hati dan perasaanya,adapun sangsi-sangsi apabila melanggar perjanjian ini adalah



1.saya akan meminta maaf kepada pihak pertama,dan kepada orang-orang yang saya rugikan

2.mengganti kerugian hati yang telah saya sakiti,dengan saya instropeksi diri,dan mengakui kesalahan-kesalahan saya..dan akan secepatnya berubah,dan kembali kepada perjanjian yang saya buat.

3.tidak akan melakukan kesalahan sama,untuk yang kedua kalinya.

Demikianlah surat perjanjian cinta ini saya buat dengan sesadar-sadarnya dan tanpa ada unsur paksaan dari dan pihak manapun!!!!,dan dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.



Hormat Saya



( G. I. Bakara)

Selasa, 07 Juni 2011

Program

Bagaimana Sebuah Program didesain?

Semisal keputusanya adalah membuat program (custom-write), maka tugas Anda selanjutnya adalah mendesain solusi yang ditentukan oleh analis sistem. Untul melakukanya, hal pertama yang dilakukan adalah membuat algoritma. Algoritma adalah rumusan atau serangkaina langkah untuk memecahan masalah tertentu. Untuk menjadi sebuag algoritma, sekumpulan aturan harus tidak ambigu dan memiliki saat berhenti yang jelas. Kita setiap hari menggunakan algoritma. Contoh, resep untuk roti bakar adalah sebuah algoritma. Sebagian besar program, kecuali beberapa aplikasi kecerdasan tiruan, terdiri atas algoritma. Dalam pemrograman komputer sering terdapat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, dalam situasi yang berbeda masing-masing algoritma memilki keuntungan dan kerugian sendiri-sendiri. Menemukan algoritma yang elegan - algoritma ynag sederhana dan dengan sedikit mungkin langkah-adalah suatu tantangan utama dalam pemrograman.

Algoritma dapat diterapkan dalam berbagai cara. Dalam langkah desain program, perangkat lunak didesaian dalam dua langkah kecil. Pertama, menentukan logika program melalui pendekatan atas-bawah dan modularisasi, dengan menggunakan bagan hierarki. Selanjutnya, mendesain logika program secara detail, baik dari segi naratif, mengggunakan pseudecode, atau secara grafis, dengan menggunakan diagram alur.

Sanget bermanfaat bila programer menggunakan pendekatan berdasarkan pengalaman pribadi untuk memprogram. Pemrograman dianggap sebagai suatu seni, bukan ilmu pengetahuan. Namun, saat ini sebagian besar programer menggunakan pendekatan desain yang disebut pemrograman terstrukur. Pemrograman terstruktur menggunakan pendekatan atas-bawah yang memecah program kedalam bentuk modul, dan menggunakan piranti logika standar yang disebut struktur kontrol (sekuensi, seleksi, kasus dan iterasi - sequence, selection, case dan iteration).

Tujuan utama pemrograman terstruktur adalah membuat program lebih efisien (dengan baris kode lebih sedikit) dan lebih terorganisasi (lebih mudah dibaca) serta memilki notasi yang lebih bagus sehingga memili deskripsi yang jelas dan benar.

1. Menentukan logika program menggunakan pendekatan atas-bawah.
Menentukan logika program sama seperti membuat kerangka skripsi sebelum memulai menulisnya. Desain program atas-bawah dilakukan dengan mengidentifikasi elemen atas, atau modul, dari suatu program lalu memecahkanya secara urut sampai tingkat detail terendah. Desain ini digunakan untuk mengidentifikasi langkah pemrosesan program, atau modul. Setelah program didesain, coding sesengguhnya pun dilakukan dari bawah ke atas dengan menggunakan pendekatan modular

Modularisasi: konsep modularisasi sangat penting. Modularisasi sangat menyederhanakan pengembangan program karena setiap bagian bisa dikembangkan dan diuji secara terpisah. Modul merupakan langkah pemrosesan dari suatu program. Masing-masing modul tersusun atas pernyataan pernyataan program yang mempunyai hubungan logis. (Modul kadang-kadang dinamakan subprogram atau subrutin). Contoh dari modul bisa berupa instruksi pemrograman yang hanya mengatakan ” Bukan sebuah file, sebuah record, dan tampilkan layar pada tampilan”. Akan lebih baik jika masing-masing modul hanya memiliki satu fungsi, sama seperti paragraf dalam kalimat sebaiknya memiliki satu pikiran yang utuh. Aturan ini membatasi ukuran dan kompleksitas modul.

Desain Program atas-bawah: Desain program atas bawah (top-down) bisa digambarkan dalam satu bagan hirarki. Satu bagan hierarki, atau bagan struktur, menggambarkan tujuan program secara keseluruhan, dengan mengidentifikasi semua modul yang diperlukan untuk mencapai tujuan besar tersebut dan hubungan antar modul. Bgan ini bekerja mulai dari yang umum hingga yang khusus, memulai dari level atas (level tinggi) yang melihat pa yang harus dikerjakan program. Selanjutnya, masing-masing layer memperbaiki dan memperluas layer sebelumnya hingga level bawah bisa dibuat menjadi modul pemrograman yang khusus. Program harus berjalan sesuai urutan dari satu modoul ke modul berikutnya sampai semuanya diproses. Ada tiga modul utama yang sejalan dengan tiga operasi utama dari suatu komputasi - input, pemrosesan dan output.

2. Mendesain detail menggunakan pseudecode dan atau diagram alur.
Setelah menetukan logika program, selanjutnya Anda dapat menggarap detailnya dengan menggunakan pemrograman atas-bawah dan bagian hierarki. Ada dua cara untk membuat detail - menulis dan menggambarkanya menggunakan pseudecode atau diagram alur. Sebagian besar proyek menggunakan kedaunya.

Pseudecode: Pseudecode adalah metode mendesain suaru program dengan menggunakan pernyataan bahasa manusia untuk mendeskripsikan logika dan aliran proses. Pseudecode seperti sebuah kerangka atau bentuk rangkuman dari program yang Anda tulis.

Terkadang pseudecode hanya digunakan untuk menjelaskan tujuan modul pemrograman tertentu dan istilah yang umum. Dengan menggunakan istilah seperti JIKA, MAKA, atau JIKA TIDAK, pseudecode mengikuti aturan dari struktur kontrol, suatu aspek penting dalam pemrograman terstruktur.

Diagram alur program: Diagram alur program adalah bagan yang secara grafis menampilkan rangkaian langkah detail (algoritma, atau aliran logika) yang diperlukan untuk memecahkan masalah pemrograman. Diagram alur ini menggunakan simbol standar - yang disebut simbol ANSI, kependekan dari American National Standard Institute, lembaga yang mengembangkanya.

Simbol pada bagian kiri dari gambar akan tampak jelas. Akan tetapi, bagaimana Anda melihat logika dari suatu program? Bagaimana Anda menelaah program sehingga ia benar-bendar bekerja? Jawabanya adalah dengan menggunakan struktur kontrol, seperti yang kan dijelaskan berikut ini.

Struktur Kontrol: Ketika Anda menetukan logika di balik suatu hal, anda menggunakan kata-kata seperti jika dan maka, kemudian jika tidak. (Misalnya tanpa menggunakan kata-kata diatas, Anda akan menelaah baris berikut : ” Jika ia datang, maka kami kan nonton film, jika tidak saya kan tingal saja dirumah dan nonton TV”). Struktur kotrol juga menggunkan kata-kata yang sama. Kontrol struktur atau struktur logika adalah struktur yang mengontrolol sekuensi logis dimana instruksi program di eksekusi. Dalam mendesain program terstruktur, ada tiga struktur kontrol yang digunakan untuk membangun logika sebuah program, yaitu sekuensi, seleksi dan iterasi (atau loop).Inilah perangkat yang Anda gunakan untuk menulis program terstruktur dan melakukan pekerjaan diluar pemrograman. (Variasi tambahan dari ketiga struktur dasar ini juga digunakan).

Membandingkan Tiga Struktur Kontrol Ketiga struktur kontrol secara umum mempunyai satu masukan dan satu keluaran. Struktur kontrol dimasukan pada suatu titik dan dikeluarakan pada titik lain. Hal ini membantu menyederhanakan logika sehingga orang lain dapat dengan mudah mengikuti jejak programenr untuk membuat program dapat berjalan. (Sebelum ketentuan ini disahkan, programeer bisa mempunyai banyak variasi, yang mengarah pada program yang tidak bisa dipahami yang disebut spaghetti code.)

mari kita perhatikan ketiga kontrol tersebut.

Struktur kontrol sekuensi : Dalam strukur kontrol sekuensi, satu pernyataan program mengikuti yang lain dengan urutan yang logis. Misalnay seperti contoh yang ditunjukan pada gambar, ada dua kotak ( “Statement” dan “Statement”). Satu kotak bisa berbunyi “Buka File”, dan yang lain “Baca Sebuah Record”. Tidak ada keputusan yang dilakukan , tidak ada pilihan antara “ya” atau “tidak”. Kotak tersebut secara logis saling mengikuti dalam urutan sekuensial.

Struktur kontrol seleksi : Struktur kontrol seleksi - juga disebut striktur JIKA-MAKA-JIKA TIDAK- mempresentasikan pilihan. Struktur ini menerapkan dua jalur yang diikuti ketika program harus membuat suat keputusan. Contih struktur seleksi adalah :

JIKA jam kerja seorang pegawai dalam satu minggu adalah lebih dari 40
MAKA jam lembur sama dengan jumlah jam yang menjadi selisihnya
JIKA TIDAK pegawai tidak mempunyai jam lembur

Variasi sruktur kontrol seleksi yang biasa adalah struktur kontrol kasus.Struktur ini menawarkan labih dari satu keputusan ya atau tidak. Struktur kasus ini memberikan alternatif, atau kasus yang bisa ditampilkan. (JIKA kasus 1 terjadi, MAKA lakukan ….. JIKA kasus 2 terjadi, MAKA ikuti alternatif …… .” Dan seterusnya.) Struktur kontrol jika membuat programer tidak harus mengiindikasikan begitu banyak kondisi JIKA-MAKA-JIKA TIDAK secar terpisah.

Struktur kontrol iterasi : Dalam struktur kontrol seleksi, atau struktur kontrol loop, suatu proses bisa diulang selama kondisinya tetap benar. Ada dua tipe strutur iterasi - DO UNTIL dan DO WHILE. Dalam hal ini, DO UNTIL lebih sering dugunakan.

Contoh struktur DO UNTIL adalah sebagi berikut :
DO read employee records UNTIL there are no more employee records.

Contoh struktur DO WHILE adalah sebagai berikut :
Do employee records while [that is, as long as] there continue to be employee records.

Apa perbedaan dari kedua struktur iterasi itu? Berikut adalah alasanya: jika beberapa pernyataan perlu , Anda harus memutuskan kapa berhenti mengulangnya. Anda dapat menghentikanya pada awal loop, dengan menggunakan struktru DO WHILE. Atau dapat mengakhirinya pada akhir loop, dengan menggunakan struktur DO UNTIL. Iterasi DO UNTIL berati pernyataan loop akan dieksekusi sedikitnya satu kali, karena dalam kasus ini pernyataan iterasi dieksekusi sebelum program mengecek untuk berhenti.
sumber:http://hilda_kamaruddin.students-blog.undip.ac.id/tag/pemrograman-terstruktur/
Diposkan oleh eko wirawan bakkara(Tubuni Harianja) di 03:56 0 komentar
Beranda
Langgan: Entri (Atom)
Pengikut
Arsip Blog

▼ 2010 (3)
▼ November (2)
http://www.mixpod.com/playlist/72227042
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang ...
► Januari (1)

Mengenai Saya
Foto Saya

eko wirawan bakkara(Tubuni Harianja)

Lihat profil lengkapku
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan

Minggu, 08 Mei 2011

lima (5) langkah meraih kesuksesan

Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini di waktu mendatang. Namun, jika dicermati, sebenarnya semua mengarah kepada sesuatu yang baik, sesuai kehendak Tuhan. Berkaca dari pengalaman bangsa Israel selama di padang gurun, terutama dalam konteks Bilangan 11:4-23, saat ini kita akan belajar tentang lima cara untuk meraih kesuksesan hidup.

1. Melupakan yang sudah berlalu
Salah satu kelemahan bangsa Israel adalah selalu mengingat apa yang sudah berlalu. Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat” (Bil. 11:4-6).

Sebuah nasihat bijak mengatakan, “Yesterday is history, today is story, and tomorrow is mystery.” Kadang-kadang sulit sekali melupakan kejadian yang sudah berlalu. Kita sulit melupakan orang yang menyakiti kita. Itu sebabnya, Tuhan memberikan Roh Kudus agar kita mampu melupakan apa yang telah berlalu dan menghadap ke depan untuk meniti perjalanan hidup yang lebih baik.

2. Mengucap syukur
Bangsa Israel tidak mengerti mengucap syukur. Mereka tidak bisa menghargai penyertaan Tuhan atas mereka. Pada waktu di Mesir, mereka bisa makan daging yang berlimpah, makan roti yang besar. Sementara di padang gurun mereka mendapat roti yang disebut manna. Manna cuma sebesar ketumbar. Jika di Mesir mereka bisa makan daging dengan berlimpah-limpah, di padang gurun mereka hanya makan daging burung puyuh.

Mereka kerap bersungut-sungut baik kepada Musa maupun Tuhan. Jika kita terus mengeluh atas hidup ini, kita tidak akan bahagia. Orang yang berbahagia adalah orang yang tahu dan bisa mengucap syukur kepada Tuhan.

3. Berbagi beban
Musa merasa putus asa dan meminta Tuhan membinasakannya. “Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau bunuh aku saja” (Bil. 11:15). Musa putus asa karena ia mengerjakan segala sesuatu, termasuk memimpin bangsa itu sendiri. Musa sudah berada pada titik jenuh karena ia menanggung beban itu seorang diri sampai Tuhan kemudian berfirman, “Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.” (Bil. 11:16). Walaupun seseorang pintar, kuat, punya segudang pengalaman, tapi ada batasnya. Belajarlah untuk membagi pergumulan dengan Tuhan dan orang yang bisa dipercaya, misalnya suami, istri, orang tua, anak, atau teman.

4. Hidup kudus dan benar
“Tetapi kepada bangsa itu, haruslah kamu katakan, kata Tuhan kepada Musa, kuduskanlah dirimu untuk esok, maka kamu akan makan daging” (Bil. 11:18). Tuhan menghendaki kita hidup kudus dan benar di hadapan-Nya. Jika Anda ingin diberkati Tuhan, sukses, sehat, dan mewujudkan impian menjadi kenyataan, belajarlah hidup lebih kudus, benar, layak, dan berkenan kepada Tuhan. Tuhan sangat menghargai dan bersukacita jika Dia melihat kita hidup dalam kekudusan.

Walaupun ikan berada di air laut yang asin, selama ikan itu hidup, ia tidak akan pernah menjadi asin.

5. Tidak meragukan Tuhan
Kerapkali keadaan membuat manusia merasa ragu, termasuk ragu terhadap Tuhan. Bahkan, Musa pun pernah meragukan Tuhan. “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya! Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?” Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!” (Bil. 11:21-23)

Tuhan bisa membuat segala sesuatu menjadi indah, sempurna, dan baik. God has His own way. Tuhan punya cara untuk menolong kita. Dia juga punya waktu yang paling tepat untuk kita, Dia tidak pernah tergesa-gesa, tapi juga tidak pernah terlambat.

Minggu, 03 April 2011

Pergaulan Bebas Remaja Dan sampak negatifnya.

MAKALAH DAMPAK PERGAULAN BEBAS remaja


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Melihat berbagai fakta yang terjadi saat ini, tidak sedikit para pemuda dan pemudi yang terjerumus ke dalam lembah perzinahan (Free sex), disebabkan terlalu jauhnya kebebasan mereka dalam bergaul, faktor utama masalahnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat saat ini terhadap batas-batas pergaulan antara pria dan wanita. Disamping itu didukung oleh arus modernisasi yang telah mengglobal dan lemahnya benteng keimanan kita mengakibatkan masuknya budaya asing tanpa penyeleksian yang ketat.
Diantara dampak negatif dari kemudahan komunikasi di antara anggota masyarakat secara global ke dalam negara kita adalah muncul dan berkembangnya penyakit berbahaya antara lain HIV/AIDS.
Mengenal siapa remaja dan apa problema yang dihadapinya adalah suatu keharusan bagi orang tua. Dengan bekal pengetahuan ini orang tua dapat membimbing anaknya menataki¬ masa-masa krisis tersebut dengan mulus. Hal ini sangat dirasakan oleh semua karena di bahu remaja masa kini terletak tanggung jawab moral sebagai generasi penerus, menggantikan generasi yang ada saat ini. Mereka inilah yang kelak berperan menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas, menjadi aset nasional dan tumpuan harapan bangsa dalam kompetisi global, yang tentunya kian hiruk pikuk di abad ke XXI.
1.2 Rumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang di atas maka penulis membatasi masalah yang akan dibahas dalam makalah ini yakni :
1. Apa itu HIV, serta apa penyebab HIV dan Pencegahannya.
2. Apa itu pergaulan bebas?
3. Bahaya pergaulan bebas?
4. Penyebab dan dampak pergaulan bebas?
5. Cara mengatasi pergaulan bebas.
1.3 Tujuan Penulisan
Dilihat dari rumusan masalah di atas, maka tujuan pembuatan makalah ini adalah memberikan pengetahuan sejak dini kepada para remaja tentang HIV dan bagaimana pergaulan bebas, serta bahaya dalam pergaulan bebas. Dan memberikan pemahaman kepada para remaja akan bahaya dari pergaulan bebas. Sehingga makalah ini menjadi sarana bagi pembaca dalam menghadapi pergaulan bebas.


1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Dapat membuka pikiran pembaca untuk mengetahui HIV dan sadar akan dampak dari pergaulan bebas, serta menjadikan pembaca dapat berpikir positif dalam menghadapi masa depan.
2. Pembaca dapat mengetahui tentang pergaulan bebas sehingga nantinya mereka mampu meningkatkan antisipasi dalam pergaulan untuk dapat memilih antara pergaulan yang bersifat positif dan negative.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian HIV
HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama CD4+ Sel T dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" - dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa HIV secara terus menerus memperlemah sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang dan menghancurkan kelompok-kelompok sel-sel darah putih tertentu yaitu sel T-helper. Normalnya sel T-helper ini (juga disebut sel T4) memainkan suatu peranan penting pada pencegahan infeksi. Ketika terjadi infeksi, sel-sel ini akan berkembang dengan cepat, memberi tanda pada bagian sistem kekebalan tubuh yang lain bahwa telah terjadi infeksi. Hasilnya, tubuh memproduksi antibodi yang menyerang dan menghancurkan bakteri-bakteri dan virus-virus yang berbahaya.
2.2 Gejala-Gejala Penyakit HIV-AIDS
Untuk memastikan apakah seseorang kemasukan virus HIV, ia harus memeriksakan darahnya dengan tes khusus dan berkonsultasi dengan dokter. Jika dia positif mengidap AIDS, maka akan timbul gejala-gejala yang disebut degnan ARC (AIDS Relative Complex) Adapun gejala-gejala yang biasa nampak pada penderita AIDS adalah:
1. Lelah berkepanjangan
2. Sering demam (>38 °C)
3. Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
4. Berat badan turun mencolok
Bagaimana Mencegah Tertularnya HIV/AIDS?
• Melakukan penyebarluasan informasi HIV/AIDS kepada teman, kelompok, dan keluarganya untuk mengurangi keresahan akibat berita yang salah dan menyesatkan.
• Menghindari atau mencegah penyebaran HIV/AIDS pada diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya dengan jalan antara lain:
1. Mempertebal iman dan taqwa agar tidak terjerumus ke dalam hubungan seksual pra nikah dan di luar nikah serta berganti-ganti pasangan.
2. Hindari alat tercemar
• Alat kedokteran disteril (disucihamakan) dengan betul
• Jarum tindik,tato,alat salon harus steril
3. Penderita HIV/AIDS sadar untuk tidak menularkan penyakit pada orang lain
4. Hindarkan penyalahgunaan obat narkotika, alkoholisme dan segala bentuk pornografi yang dapat merangsang ke arah perbuatan seksual yang menyimpang.
5. Kalau suami istri sudah terinfeksi virus HIV, maka pakailah kondom dengan benar dalam melakukan hubungan seksual.
6. Melakukan tindakan pengamanan terhadap pencemaran virus HIV/AIDS melalui jarum suntik, transfusi darah, dan luka yang terbuka.
7. Bagi wanita pengidap virus HIV dianjurkan untuk tidak hamil.
2.3 Pengertian Pergaulan Bebas
Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa. Remaja adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga, kekecewaan, pengetahuan yang minim, dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa.
2.4 Penyebab & Dampak Maraknya Pergaulan Bebas Remaja Indonesia
a. penyebab pergaulan bebas remaja
Ada banyak sebab remaja melakukan pergaulan bebas. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda tetapi semuanya berakar dari penyebab utama yaitu kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal keyakinan/agama dan ketidakstabilan emosi remaja. Hal tersebut menyebabkan perilaku yang tidak terkendali, seperti pergaulan bebas & penggunaan narkoba yang berujung kepada penyakit seperti HIV & AIDS ataupun kematian. Berikut ini di antara penyebab maraknya pergaulan bebas di Indonesia:
• Sikap mental yang tidak sehat, Sikap mental yang tidak sehat membuat banyaknya remaja merasa bangga terhadap pergaulan yang sebenarnya merupakan pergaulan yang tidak sepantasnya, tetapi mereka tidak memahami karena daya pemahaman yang lemah. Dimana ketidakstabilan emosi yang dipacu dengan penganiayaan emosi seperti pembentukan kepribadian yang tidak sewajarnya dikarenakan tindakan keluarga ataupun orang tua yang menolak, acuh tak acuh, menghukum, mengolok-olok, memaksakan kehendak, dan mengajarkan yang salah tanpa dibekali dasar keimanan yang kuat bagi anak, yang nantinya akan membuat mereka merasa tidak nyaman dengan hidup yang mereka biasa jalani sehingga pelarian dari hal tersebut adalah hal berdampak negatif, contohnya dengan adanya pergaulan bebas.
• Pelampiasan rasa kecewa, Yaitu ketika seorang remaja mengalami tekanan dikarenakan kekecewaannya terhadap orang tua yang bersifat otoriter ataupun terlalu membebaskan, sekolah yang memberikan tekanan terus menerus(baik dari segi prestasi untuk remaja yang sering gagal maupun dikarenakan peraturan yang terlalu mengikat), lingkungan masyarakat yang memberikan masalah dalam sosialisasi, sehingga menjadikan remaja sangat labil dalam mengatur emosi, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif di sekelilingnya, terutama pergaulan bebas dikarenakan rasa tidak nyaman dalam lingkungan hidupnya.
• Kegagalan remaja menyerap norma, Hal ini disebabkan karena norma-norma yang ada sudah tergeser oleh modernisasi yang sebenarnya adalah westernisasi.
b. Dampak dari pergaulan bebas
Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba. Ini identik sekali dengan adanya seks bebas. Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.


5. Dampak negative pergaulan bebas remaja diantaranya :
1. Rasa semngat remaja untuk bersekolah berkurang sebanyak 95%.
2. Perilaku Sex Bebas Semakin marajalela di kalangan Remaja.
3. Banyaknya Orang Tua yang stress melihat perilaku anakya.
4. Generasi muda Bangsa Semakin berkurang.
5. Akan menularnya Penyakit HIV.

!
2.5 Cara Mengatasi Pergaulan Bebas Remaja
Solusi atau cara Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni :
1. Kita semua mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata-kata tersebut sering ‘didengungkan’ tetap saja masih banyak remaja yang melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan. Selain daripada solusi di atas masih banyak solusi lainnya. Solusi-solusi tersebut adalah sebagai berikut: Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif.
2. Menjaga keseimbangan pola hidup. Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif
Selain usaha dari diri masing-masing sebenarnya pergaulan bebas dapat dikurangi apabila setiap orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif untuk memberikan motivasi positif dan memberikan sarana & prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya sehingga segalanya menjadi bermanfaat dalam kehidupan tiap remaja.
2.6 Hubungan Antara HIV dan Pergaulan Bebas
Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas maka dari itu pergaulan bebas sangat menentukan terjangkitnya seseorang dengan penyakit HIV. Selain hilangnya kekebalan daya tubuh, pergaulan bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama CD4+ Sel T dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" - dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.
pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.
pergaulan bebas itu tidak hanya sebatas bergaul melainkan terkadang mendorong untuk melakukan hal yang lebih tidak di sukai oleh agama, seperti, bercumbu rayu, berciuman dan bahkan terjebak dalam perzinahan. Oleh karena itu, tanpa ada sekat-sekat pembatasan antara wanita dan laki-laki yang bukan muhrim maka dampak dan bahayanya seperti itu. Penyebab maraknya pergaulan bebas karena sikap mental yang tidak sehat, pelampiasan rasa kecewa, dan kegagalan remaja menyerap norma.
Pergaulan bebas dapat dikurangi apabila orang tua dan anggota masyarakat ikut berperan aktif dalam memberikan motivasi dan dorongan kepada para remaja dan memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan remaja dalam proses keremajaannya. Sehingga segala sesuatu yang dilakukannya dapat bermanfaat dalam kehidupan.
3.2 Saran
Pergaulan bebas Remaja tidak dapat dipandang remeh, karena pergaulan bebas dapat menjerumuskan para remaja. Melalui makalah ini, maka penulis menyarankan agar kita mampu memilih pergaulan yang pas buat kita, Karena jika kita salah pergaulan maka hal buruk yang akan menimpa kita.

dampak pergaulan bebas

DAMPAK PERGAULAN BEBAS

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.
Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;
Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Risiko Aborsi
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.
Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.
Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.
Nilai Pancasila
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;
Pertama, Faktor agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.
Nilai Agama
Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” ( QS 17:31 ). Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.
Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 )
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)
Nilai Yuridis/Hukum
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.
Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.
Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.
Kesimpulan
Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.
Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut.